P u l a n g

in blurt-192372 •  6 days ago 

jokpin.jpg

P U L A N G
Oleh: Joko Pinurbo

Rinduku yang penuh
pecah di atas jalanan macet
sebelum aku tiba di ambang ambungmu.

Kegembiraanku sudah mudik duluan,
aku menyusul kemudian.
Judul sajakku sudah pulang duluan,
baris-baris sajakku
masih berbenah di perjalanan.

Bau sambal dan ikan asin dari dapurmu
membuai jidat yang capai,
dompet yang pilu, dan punggung
yang dicengkeram linu, uwuwuwu….

Semoga lekas lerai.
Semoga lekas sampai.

Jika nanti air mataku terbit di matamu
dan air matamu terbenam di mataku,
maaf selesai dan cinta kembali mulai.

Joko_Pinurbo.jpg

Profil Joko Pinurbo

Joko Pinurbo atau biasa dikenal Jokpin adalah penyair legendaris kelahiran Sukabumi, Jawa Barat. Sang penyair lahir pada 11 Mei 1962.

Sejak berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Jokpin sangat gemar membuat karangan puisi. Ia belajar menulis dari penulis terkenal seperti Sapardi Djoko Damono dan Romo Y. B. Mangunwijaya.

Keseriusannya menggeluti dunia puisi membuat Jokpin melanjutkan pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Kependidikan (IKIP) Sanata Dharma Yogyakarta. Ia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Perjalanan karier sang penyair diawali saat ia menerbitkan puisi berjudul Celana pada 1999. Sebelumnya, sempat terbesit di benaknya rasa bingung sebagai penyair.

Ia bahkan pernah membakar tiga bandel karya puisinya pada 1990-an. Selain itu, ia juga merasa buntu dan putus asa karena tidak ada kemajuan dalam penulisannya.

Selama melewati tantangan tersebut, ia berusaha riset untuk menemukan karya yang belum pernah dibuat sastrawan lain. Kemudian ia mendapatkan ide untuk menulis mengenai celana atau sarung. Sejak saat itu, karyanya semakin bagus dan namanya menjadi perhatian di dunia sastra.

Karya Joko Pinurbo

Celana, IndonesiaTera, Magelang, 1999
Di Bawah Kibaran Sarung, IndonesiaTera, Magelang, 2001
Pacarkecilku, IndonesiaTera, Magelang, 2002
Telepon Genggam, Kompas, Jakarta, 2003
Kekasihku, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2004
Pacar Senja: Seratus Puisi Pilihan, Grasindo, Jakarta, 2005
Kepada Cium, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2007
Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2007
Tahilalat, Omahsore, Yogyakarta, 2012
Haduh, aku di-follow, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2013 [kumpulan puitwit [puisi-twitter] @jokopinurbo]
Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2013
Bulu Matamu: Padang Ilalang, Motion Publishing, Agustus 2014
Surat Kopi, Motion Publishing, Agustus 2014
Surat dari Yogya: Sepilihan Puisi, Reboeng dan Elmatera, Oktober 2015
Selamat Menunaikan Ibadah Puisi: Sehimpun Puisi Pilihan, Gramedia Pustaka Utama, Juni 2016
Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu: Sehimpun Puisi Pilihan, Gramedia * Widiasarana Indonesia, Agustus 2016
Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi, Gramedia Pustaka Utama, Juli 2017
Srimenanti, Gramedia Pustaka Utama, April 2019
Salah Piknik, Gramedia Pustaka Utama, Februari 2021
Tak Ada Asu di Antara Kita: Kumpulan Cerpen, Gramedia Pustaka Utama, Januari 2023
Antologi Bersama

Tugu (1986)
Tonggak (1987)
Sembilu (1991)
Ambang (1992)
Mimbar Penyair Abad 21 (1996)
Utan Kayu Tafsir dalam Permainan (1998)
Fakta-fakta tentang Joko Pinurbo

Joko Pinurbo terkenal sebagai penyair kenamaan Indonesia. Setelah membaca profilnya, tak ada salahnya mengetahui fakta-fakta tentang Joko Pinurbo di bawah ini.

  1. Epigram 60

Pada 2022, Joko Pinurbo pernah menerbitkan buku yang berisi kumpulan puisi Epigram 60. Peluncuran buka diselenggarakan secara daring dan luring di toko buku Gramedia Yogyakarta.

Karya Epigram 60 Joko Pinurbo diterbitkan bertepatan dengan ulang tahunnya. Seperti nama karyanya, jumlah keseluruhan puisinya terdapat 60 syair.

  1. Gaya Puisi

Berbagai puisi yang ditulis Joko Pinurbo dikenal sebagai perpaduan antara narasi, humor, hingga ironi. Sang penulis juga mahir mengolah citraan puisi yang bersandar pada peristiwa dan objek sehari-hari.

Karya tulisnya mayoritas mengandung refleksi dan kontemplasi yang menyentuh absurditas. Selain itu, Jokpin juga kerap memainkan keunikan diksi-diksi bahasa Indonesia saat membuat puisi.

  1. Meraih Berbagai Penghargaan

Tulisan Joko Pinurbo diterjemahkan dalam tiga bahasa, yakni bahasa Inggris, Jerman, dan Mandarin. Tak hanya itu, Joko Pinurbo juga pernah meraih berbagai penghargaan.

Pada 2001, penghargaan yang pernah didapat sang seniman di antaranya Penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta, Sih Award, Hadiah Sastra Lontar, Tokoh Sastra Pilihan Tempo.

Selain itu, pada 2012, Jokpin kembali menerima penghargaan sebagai Tokoh Sastra Pilihan Tempo. Kemudian, ia juga memperoleh Penghargaan Sastra Badan Bahasa pada 2002 dan 2014, Kusala Sastra Khatulistiwa pada 2005 dan 2015, hingga South East Asian Write Award pada 2014.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE BLURT!
Sort Order:  
  ·  6 days ago  ·  


** Your post has been upvoted (3.06 %) **