Penyanyi ini memiliki nama asli Istiningdyah Sugianto atau yang lebih dikenal dengan nama Iis Sugianto. Iis Sugianto mulai berkarier di dunia tarik suara sejak tahun 1978. Iis Sugianto mulai melejit lewat albumnya yang berjudul ‘Jangan Sakiti Hatinya’. Album tersebut rilis pada tahun 1979 ketika dia digandeng oleh pencipta lagu kenamaan Rinto Harahap.
Sejak saat itu, namanya berkibar di industri musik Tanah Air dan banyak membawakan lagu-lagu ciptaan Rinto Harahap. Begitu suksesnya, penjualan album-album Iis Sugianto khabarnya mencapai di atas 1 juta copy.
Beberapa album musik miliknya di era 1980-an antara lain Nasibmu dan Nasibku (1980), Bunga Sedap Malam (1981), Akupun Ingin Cinta (1982), Pujangga Cinta (1982), Lagu Pengantin (1984), Cinta dan Noda (1986), Dalam Madumu Ada Dusta (1989) dan masih banyak lagi.
Tak hanya puas bermusik, Iis Sugianto sempat terjun di dunia perfilman. Iis sempat bermain di sejumlah film, salah satunya Jangan Sakiti Hatinya (1980), yang terinspirasi dari album sekaligus single hits-nya.
BUNGA SEDAP MALAM
Hai mengapa hujan turun lagi
Sedang hari indah begini
Hai mengapa burung tak bernyanyi
Indah yang tercipta kini hilang sudah
Engkau berdusta
Memang aku bunga
Yang sedang bersemi
Tapi bukan bunga sedap malam
Cinta yang kau beri
Di hatiku sayang
Bukan cinta suci yang sejati
Bunga yang kutanam
Di hatimu sayang
Bukan bunga hanya untuk dipetik layu
Bukannya bunga petik layu
Bukannya bunga harum layu
Bukannya bunga sedap malam
Hai mengapa engkau datang lagi
Sedang hati benci begini
Hai pergilah jangan kau kembali
Hati lemah ini
Tak mungkin percaya padamu lagi
Memang aku bunga yang sedang bersemi
Tapi bukan bunga sedap malam
Cinta yang kau beri di hatiku sayang
Bukan cinta suci yang sejati
Bunga yang kutanam di hatimu sayang
Bukan bunga hanya untuk dipetik layu
Bukannya bunga petik layu
Bukannya bunga harum layu
Bukannya bunga sedap malam
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Wassalam,
#bennywb56
Karier
Iis yang berdarah Jawa ini pertama kali muncul di acara Kenalan Baru dari TVRI pada 12 April 1978. Awalnya Iis bukanlah penyanyi lagu-lagu melankolis seperti dikenal sekarang ini. 2 album awal di bawah bendera Jackson Records membuktikannya. Ditambah Fariz Rustam Munaf yang menggandeng dia untuk ikut di albumnya Selangkah ke Seberang menyanyikan 2 buah lagu. Sayang namanya tidak begitu dikenal. Baru setelah Rinto Harahap memolesnya untuk menyanyikan lagu-lagu karyanya, langsung melambunglah namanya. Dimulai album Jangan Sakiti Hatinya sampai ke album-album berikutnya. Iis Sugianto adalah trade mark penyanyi wanita untuk lagu-lagu manis pada tahun 1980-an. Ini bisa dilihat dari produktivitas albumnya dan larisnya penjualan albumnya (yang konon rata-rata di atas 1 juta copy).
Kehidupan pribadi
Iis Sugianto menikah dengan Rizal Arsyad adalah gitaris ritme sekaligus pendiri, pimpinan dan motor grup band The Mercy's yang terdiri dari Erwin Harahap, Ucok Harahap, Darmawi Purba dan Meyer Hutabarat sejak 1965 namun mereka kemudian bercerai.
Jejaknya sebagai penyanyi sempat diikuti pula oleh kakak dan adiknya. Kakak Iis, Kuspudji Rahayu yang lebih dikenal dengan nama Yayuk Sugianto tak lama terjun ke dunia tarik suara, karena menikah dengan Ebiet G. Ade. Adiknya Nani Sugianto juga sempat mengeluarkan beberapa album pop sebelum kemudian berkiprah ke dunia seni peran.