Desy Ratnasari "M e n g a p a"

in blurt-176888 •  4 days ago 

desy-ratnasari-cpl1-dom.webp

Desy Ratnasari adalah seorang aktris, politikus, pembawa acara televisi, penyanyi, dan model Indonesia. Desy menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Partai Amanat Nasional selama dua periode sejak 1 Oktober 2014. Ia memulai kariernya dari dunia modeling dengan meraih juara kedua pada pemilihan Gadis Sampul 1988. Desy juga dikenal sebagai seorang penyanyi. Salah satu lagunya yang sangat populer berjudul "Tenda Biru", yang terdapat di album ketiganya dengan judul sama.

Desy juga aktif menjadi pembawa acara, seperti memandu acara Selamat Pagi di Trans 7. Bersama Charles Bonar Sirait, dia memandu acara Gebyar BCA selama beberapa tahun.

Pada tahun 2009, Desy berperan sebagai juri di acara Akhirnya Datang Juga bersama Parto dan Olga Syahputra di Trans TV. Pada tahun 2017, Desy beberapa kali menjadi juri di acara Mikrofon Pelunas Utang.

M E N G A P A

Langit seakan tak biru lagi
Laut seolah menghempas sepi
Beribu malam aku tangisi
Mengalun sepi menyiksa hati

Masih melekat bayangan diri
Menyusuri relung-relung hati
Masih kuingat peluk dan janji
Bagaimanapun kau takkan pergi

Kucoba menahan air mata
Kucoba untuk menutup luka
Haruskah kuarungi derita selamanya

Mengapakah
Sayangku mengapa
Engkau pergi tanpa satu kata
Mengapakah
Sayangku mengapa
Tidakkah kau tahu aku masih cinta

Mengapakah
Sayangku mengapa
Engkau pergi tanpa satu kata
Mengapakah
Sayangku mengapa
Tak mungkin kan ada

Yang menawarkan dahaga cinta
Mengapa awal ada akhirnya
Tapi duka tak ada batasnya
Luka hati yang tak kunjung jera
Kutunggu kau sampai akhir dunia
Luka hati yang tak kunjung jera
Kutunggu kau sampai akhir dunia

Mengapa awal ada akhirnya
Tapi duka tak ada batasnya
Luka hati yang tak kunjung jera
Kutunggu kau sampai akhir dunia
Luka hati yang tak kunjung jera
Kutunggu kau sampai akhir dunia

Dengerin lagunya disini ya teman

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Wassalam,
#bennywb56

3135946025.webp

Profil Desy Ratnasari tampaknya membuat khalayak penasaran. Pasalnya, ia merupakan salah satu sosok publik yang memiliki berbagai bakat, baik di industri hiburan hingga politik tanah air.
Namanya mencuat dikenal khalayak ramai berkat berbagai aktivitasnya di layar kaca televisi. Desy bahkan sejak usia muda sudah bertransformasi menjadi seorang aktris, penyanyi, serta pembawa acara.

Kepopulerannya yang melesat di tahun 1990-an, ternyata membuka jalan baginya untuk terjun ke dunia politik. Memiliki dedikasi dan semangat belajar yang sangat tinggi, ia mampu menjadi sosok inspirasi bagi wanita Indonesia.

Desy Ratnasari adalah seorang aktris, politikus, pembawa acara televisi, penyanyi, sekaligus model Indonesia yang lahir pada 12 Desember 1973 di Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Ia adalah anak dari pasangan Syahminan dan Mulyanah, serta sebagai anak sulung dari empat bersaudara.

Saat ini, Desy menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Partai Amanat Nasional selama dua periode sejak 1 Oktober 2014.

Ia memulai kariernya dari dunia modeling dengan meraih juara kedua pada pemilihan Gadis Sampul 1988. Di industri hiburan, ia juga dikenal sebagai seorang penyanyi, salah satu judul lagunya yang sangat populer, yakni Tenda Biru.

Berikut adalah biodata Desy Ratnasari yang perlu diketahui para penggemarnya.

  • Nama: Desy Ratnasari
  • Tempat, Tanggal Lahir: Sukabumi, Jawa Barat, 12 Desember 1973
    Usia: 51 tahun
  • Partai Politik: PAN (2014 - sekarang)
  • Pasangan: Trenady Pramudya (menikah 1999 dan cerai 2000)​, Sammy Hamzah (menikah 2001 dan cerai 2004)​
  • Anak: 1 (Nasywa Nathania Hamzah)
  • Pendidikan: Universitas Atma Jaya Jakarta
  • Pekerjaan: Aktris, politikus, pembawa acara televisi, penyanyi, model
  • Instagram: @desyratnasariterdepan

Pendidikan Desy Ratnasari

Terkait pendidikan, Desy Ratnasari diketahui mengenyam pendidikan di TK Aisyiyah Sukabumi, SD Negeri 1 Cikole, SMP Negeri 2 Sukabumi, dan SMA Negeri 3 Sukabumi.
Ia sempat bersekolah di SMA Negeri 1 Padang ketika sedang melakukan syuting untuk serial televisi Sengsara Membawa Nikmat pada 1991 agar dapat mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional.
Pendidikan tingginya berlanjut hingga meraih gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Atma Jaya pada 2002.
Kemudian, ia meneruskan pendidikan dengan mendapatkan gelar Magister Psikologi Terapan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 2005, serta Magister Psikologi Profesi Universitas Atma Jaya pada 2010 dan Doktor Psikologi pada 2024.

Perjalanan Karier Desy Ratnasari di Dunia Hiburan

Di dunia hiburan, perjalanan karier Desy Ratnasari diawali ketika ia mengikuti ajang pemilihan Gadis Sampul 1988 dan keluar sebagai juara kedua.
Kemudian, kariernya berlanjut dengan beradu akting di sejumlah film maupun sinetron. Salah satunya adalah serial lepas Bukan Perempuan Biasa pada 1997.
Atas perannya itu, Desy berhasil meraih penghargaan Piala Vidia sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia di tahun yang sama.

Di tahun itu pula, ia kembali meraih penghargaan lain, yakni Bintang Televisi Terbaik dari Panasonic Gobel Awards.
Tak hanya berkecimpung di seni peran, Desy juga merambah ke seni olah vokal. Salah satu lagunya yang terkenal berjudul Tenda Biru.
Lagu tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Platinum Incetec dari Malaysia dan menjadi album Indonesia terlaris pada tahun 1997.
Desy juga aktif menjadi pembawa acara, seperti memandu acara Selamat Pagi di Trans 7 dan acara Gebyar BCA selama beberapa tahun.
Pada 2009, ia bahkan berperan sebagai juri di acara Akhirnya Datang Juga di Trans TV. Kemudian pada 2017, Desy beberapa kali menjadi juri di acara Mikrofon Pelunas Utang.

Langit seakan tak biru lagi
Laut seolah menghempas sepi
Beribu malam aku tangisi
Mengalun sepi menyiksa hati
Masih melekat bayangan diri
Menyusuri relung-relung hati
Masih kuingat peluk dan janji
Bagaimanapun kau takkan pergi
Kucoba menahan air mata
Kucoba untuk menutup luka
Haruskah kuarungi derita selamanya
Mengapakah
Sayangku mengapa
Engkau pergi tanpa satu kata
Mengapakah
Sayangku mengapa
Tidakkah kau tahu aku masih cinta
Mengapakah
Sayangku mengapa
Engkau pergi tanpa satu kata
Mengapakah
Sayangku mengapa
Tak mungkin kan ada
Yang menawarkan dahaga cinta
Mengapa awal ada akhirnya
Tapi duka tak ada batasnya
Luka hati yang tak kunjung jera
Kutunggu kau sampai akhir dunia
Luka hati yang tak kunjung jera
Kutunggu kau sampai akhir dunia

Burung pun ikut menangis, teteskan air matanya
Bila kau tega ingkari janji yang engkau ucapkan
Tak ingin, ku tak ingin kau ingkari janjimu
Tak ingin, ku tak ingin kecewa
Burung pun ikut menangis, tak akan berkicau lagi
Bila kau tega sakiti hati yang setulus ini
Tak ingin, ku tak ingin kau sakiti hatiku
Tak ingin, ku tak ingin kecewa
Coba kau bayangkan, andaikan saja dirimu
Diingkari janji oleh orang yang kau sayang
Coba kau bayangkan, andaikan saja dirimu
Disakiti hati oleh orang yang kau sayang
Jangan (jangan), jangan (jangan)
Burung pun ikut menangis
Burung pun ikut menangis, terlebih diriku ini
Yang telah sekian lama terikat tali cintamu
Tak ingin, ku tak ingin kau buatku menangis
Tak ingin, ku tak ingin kecewa
Coba kau bayangkan, andaikan saja dirimu
Diingkari janji oleh orang yang kau sayang
Coba kau bayangkan, andaikan saja dirimu
Disakiti hati oleh orang yang kau sayang
Jangan (jangan), jangan (jangan)
Burung pun ikut menangis
Coba kau bayangkan, andaikan saja dirimu
Diingkari janji oleh orang yang kau sayang
Coba kau bayangkan, andaikan saja dirimu
Disakiti hati oleh orang yang kau sayang
Jangan (jangan), jangan (jangan)
Burung pun ikut menangis
Jangan (jangan), jangan (jangan)
Burung pun ikut menangis
Burung pun ikut menangis
Burung pun ikut menangis

Bukan, bukan aku menolakmu
Bukan juga 'ku tak sayang kepadamu
Harus kuberkata sejujurnya
Bukan engkau yang pertama
Menyentuh tubuhku
Aku menyayangmu
Mengasihi dirimu setulusnya
Tapi apalah artinya diriku ini
Lupakanlah aku
Demi masa depanmu, kekasihku
Aku tak pantas untuk mendampingimu
Memang berat nian kurasakan
Melupakan engkau yang sangat kukasihi
Ingin 'ku menjerit memanggilmu
Tapi bibirku tak sanggup
Menyebut namamu
Aku menyayangmu
Mengasihi dirimu setulusnya
Tapi apalah artinya diriku ini
Lupakanlah aku
Demi masa depanmu, kekasihku
Aku tak pantas untuk mendampingimu
Aku menyayangmu
Mengasihi dirimu setulusnya
Tapi apalah artinya diriku ini
Lupakanlah aku
Demi masa depanmu, kekasihku
Aku tak pantas untuk mendampingimu

Demi cintaku kepada dirimu
Semua kuserahkan untukmu
Demi sayangku pada dirimu
Kurela berkorban untukmu
Walau sekian lama aku harus menunggu
Aku tetap menunggu dirimu
Demi rasa sayang rasa cintaku
Yang tulus dari dalam hatiku
Mimpi pun aku tak ingin jauh darimu
Apalagi kalau sampai berpisah
Selama-lamanya kuingin dekat denganmu
Aku ingin miliki dirimu
Tapi kenyataan tak seindah mimpiku
Jatuh lagi air mataku
Kering jadi layu bunga cintaku
Kau hancurkan harapanku
Apa dikata semua telah terjadi
Aku rela mungkin harus begini
Biar, biarlah, biar kutelan sendiri
Rasa pahit kenyataan ini
Sampai hati kau buat begini
Sampai hati engkau menyakiti
Sampai hati kau ingkari janji
'Ku tak ingin melihatmu lagi
Apa dikata semua telah terjadi
Aku rela mungkin harus begini
Biar, biarlah, biar kutelan sendiri
Rasa pahit kenyataan ini
Ho...oh
Sampai hati kau buat begini
Sampai hati engkau menyakiti
Sampai hati kau ingkari janji
'Ku tak ingin melihatmu lagi

Saat kita baru berjumpa
Bayangmu selalu menggoda
Kau merayu diriku
Kau menjerat hatiku
Membuat diriku tak berdaya
Kini hati kita telah bersatu
Kita berjanji sehidup semati
Kini aku memohon kerelaan dirimu
Putuskan tali cintamu dengan si dia
Jangan kau sama aku seperti dia
Kuharap kau dapat melupakan dirinya
Aku tak ingin mendengarkan kisahmu (aku tak ingin)
Kenangan-kenanganmu bersamanya
Kuharap kau mau mengerti akan diriku
Hapuslah segala kenangan masa lalumu
Mari bersama kita lalui
Membuka lembaran baru cinta kita
Kini hati kita telah bersatu
Kita berjanji sehidup semati
Kini aku memohon kerelaan dirimu
Putuskan tali cintamu dengan si dia
Jangan kau sama aku seperti dia
Kuharap kau dapat melupakan dirinya
Aku tak ingin mendengarkan kisahmu (aku tak ingin)
Kenangan-kenanganmu bersamanya
Kuharap kau mau mengerti akan diriku
Hapuslah segala kenangan masa lalumu
Mari bersama kita lalui
Membuka lembaran baru cinta kita
Mari bersama kita lalui
Membuka lembaran baru cinta kita
Membuka lembaran baru cinta kita

Tak sengaja lewat depan rumahmu
Ku melihat ada tenda biru
Dihiasi indahnya janur kuning
Hati bertanya pernikahan siapa
Tak percaya tapi ini terjadi
Kau bersanding duduk di pelaminan
Air mata jatuh tak tertahankan
Kau khianati cinta suci ini
Tanpa undangan diriku kau lupakan
Tanpa putusan diriku kau tinggalkan
Tanpa bicara kau buatku kecewa
Tanpa berdosa kau buatku merana
Ku tak percaya dirimu tega
Nodai cinta khianati cinta
Tak percaya tapi ini terjadi
Kau bersanding duduk di pelaminan
Air mata jatuh tak tertahankan
Kau khianati cinta suci ini
Tanpa undangan diriku kau lupakan
Tanpa putusan diriku kau tinggalkan
Tanpa bicara kau buatku kecewa
Tanpa berdosa kau buatku merana
Ku tak percaya dirimu tega
Nodai cinta khianati cinta
Tanpa undangan diriku kau lupakan
Tanpa putusan diriku kau tinggalkan
Tanpa bicara kau buatku kecewa
Tanpa berdosa kau buatku merana
Ku tak percaya dirimu tega
Nodai cinta khianati cinta
Ku tak percaya dirimu tega
Nodai cinta khianati cinta

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE BLURT!
Sort Order:  
  ·  4 days ago  ·  


** Your post has been upvoted (2.55 %) **